Tidak Masuk Tidak Keluar: Semua Berjasa (1)

Hampir 4 tahun dari keberadaan kami, kami tidak bernama. Hanya saja 4 tahun tersebut identik dengan guru-guru SD Hikmah Teladan. Setiap libur sekolah kami masuk ke pelosok berbagi dengan masyarakat.

Daerah pertama yang dikunjungi teman-teman adalah Pasawahan, kecamatan Banjarsari, kabupaten Ciamis. Kami bersama masyarakat dan Serikat Petani Pasundan menyiapkan pendirian SMP Plus Pasawahan. Kegiatan kami dilakukan di madrasah ibtidaiyah karena memang belum ada bangunan untuk peruntukan SMP. Selanjutnya, proses belajar dilangsungkan di ruang belakang samping dapur salah satu tokoh masyarakat.

Saya tidak tahu apa persisnya plus dari SMP Plus Pasawahan. Bahwa itu sekolah yang didirikan masyarakat, gratis, guru-gurunya orang-orang gerakan, siswanya semua anak tani, sudah pasti bisa jadi plusnya.

Awal petualangan ini secara keseluruhan berkesan. Colt Bak yang mengangkut kami terjungkir sehingga membuat ibu-ibu memilih berjalan berkilo-kilo. Di antara yang memilih berjalan itu istri saya dan kedua anak kami.

Saya, sekalipun salah kaprah, sangat pede menyampaikan materi tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi yang memang baru saya pelajari dengan baik dari teman di Pusat Kurikulum.

Beberapa nama yang bergabung dalam rombongan yang masih saya ingat: 1. Lia Nur Amalia yang sampai saat ini masih aktif sekalipun sudah sangat jarang; 2. Eva Sopia. Sudah tidak aktif di Walagri Aksara sejak dipersunting aktivis Serikat Petani Pasundan yang biasa menemani kami sebelum berganti dengan koordinator yang sekarang; 3. Asep yang sekalipun sudah menjadi PNS di SMKN Cimahi masih aktif sampai berdirinya LSM Walagri Aksara; 4) Wah yang lainnya lupa. Jadi saya tambahkan saja istri dan kedua anak saya.

Saat ini boleh dikata hanya Lia Nur Amalia yang masih bertahan dari rombongan yang pertama-tama ke Pasawahan. Kalau teman-teman Serikat Petani Pasundan yang memanfaatkan pikiran dan tenaga kami saat itu masih banyak yang aktif sampai saat ini. Ada pak Boy sebagai senior. Beliau suhu dan tentu saja dituakan. Di foto yang baru diambil pak Boy bersama salah satu murid angkatan awal yang kini menjadi guru di SMP Plus Pasawan (memakai baju kuning). Yang lainnya ada Linda, Saeful (kepala sekolah SMK Pertanian Pasawahan), Beno  (kepala sekolah SMP Plus Pasawahan) dan pak Ahmad (yang merupakan warga setempat).

Yang datang atau pergi semua berjasa. SMP Plus Pasawahan sudah meluluskan dan langsung ditampung di SMK Pertanian Pasawahan. Kami pun masih berhubungan dengan baik sampai saat ini.

This entry was posted in Walagri Aksara. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>